Selasa, 28 Februari 2017

Isyarat Mimpi



12 Desember 2016
Ada apa dengan jalan takdirku
Apa mimpi itu isyarat jawaban dari masalahku
Aku masih belum bisa ikhlas ya Allah..

Pilihannnya ada ditangannmu
Dan aku tinggal mengikuti keputusannmu
Ketika kau memilih untuk melanjutkan karirmu
Aku berhenti menemanimu
Mungkin aku bisa menunggu
Tapi untuk takdir  tak  bisa dikira

Saat kau jauh nanti aku tak yakin kita kan baik baik saja’
Tapi saat kepulanganmu nanti
Kita dipertemukan kembali
Berti inilah jalan takdir kisah cinta kita


Mimipi itu..
Saat kau datang bersama dengan ibu dan kedua saudaramu
Berkunjung kerumahku
Sangkaku aka nada kebahagiaan
Tapi mimpi itu berlawan
Disitu justru ada kesedihan
Ibumu yang katakan “maaf” karna kita tak bisa bersama
Untuk karir yang akan kita lanjutakan jalannya berbeda
Aku dipersilahkan untuk mencari yang lain  dan tak usah menunggu
Apa ini juga jawabanMu ya Allah..

Kamis, 01 September 2016

Suatu Hari..

Akan tiba suatu hari yang dinantikan
Ketika petikan dawai tak lagi menawan
Dan kita bertatapan dalam kebisuan
Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? 
Akan tiba suatu hari yang dinantikan
Ketika waktu kembali melamban
Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan
Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? 
Akan tiba suatu hari yang dinantikan
Ketika kekosongan tersisa menjadi teman
Dan kita saling berandai di kejauhan
Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?


Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika petikan dawai tak lagi menawan; Dan kita bertatapan dalam kebisuan; Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika waktu kembali melamban; Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan; Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika kekosongan tersisa menjadi teman; Dan kita saling berandai di kejauhan; Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?

link : http://www.puisipendek.net/suatu-hari.html
Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika petikan dawai tak lagi menawan; Dan kita bertatapan dalam kebisuan; Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika waktu kembali melamban; Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan; Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika kekosongan tersisa menjadi teman; Dan kita saling berandai di kejauhan; Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?

link : http://www.puisipendek.net/suatu-hari.html
Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika petikan dawai tak lagi menawan; Dan kita bertatapan dalam kebisuan; Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika waktu kembali melamban; Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan; Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika kekosongan tersisa menjadi teman; Dan kita saling berandai di kejauhan; Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?

link : http://www.puisipendek.net/suatu-hari.html

Jumat, 13 November 2015

Hadiah Mu Ya Rabb



Alhamdulilah tak hentinya kuucapkan syukur padaNya..
Atas segala nikmat dan karuniaNya
Hingga kami bisa seperti ini
Nikmat kesehatan yang tiada batas selalu Kau berikan
Nikmat rizki yang tak hentinya mengalir
Kami mampu tersenyum gembira karenaNya
Disini usai sudah perjuangan aku dan kakakku menempuh Sarjana
Atas dukungan dari keluarga kami yang tak hentinya
Karena kehendak  Engakau Ya Rabb
Terimakasih kami untuk semuanya.. 
Untuk untaian doa yang tak pernah lelah keluargaku panjatkan
Untuk semnagat byang tak pernah pudar kau haturkan
Untuk kelelahan yang tak pernah keluarga keluhkan
Bahagia ini untuk kita semua
Ibu Bapak.. Dan kedua saudaraku.

Syukur



2 September 2015
Alhamduliah ucapan syukur  tak hentinya kucurahkan untukMu
Setelah 4 tahun perjalanan kulalui..
Atas dukungan dari keluarga, teman, dan semuanya..
Hari ini 2 September 2015 saya diwisuda
Gelar  Sarjana Pendidikan Islam kini telah menjadi akhir dari namaku..
Sujud syukur untukMu Ya Rabb..       
Ucapan terimakasih kepada orang tua
Karena tanpa beliau aku tak akan mampseperti ini
Berdiri mengeanakan toga, begitu bangganya..
Dan semua ini karena perjuangan beliau
Materi usaha dan tak kalah penting doa yang selalu di pintakan untukku
Terima kasih bapak..
Terima kasih ibu..
Bahagiaku hari ini semuanya untukmu..

Kamis, 20 Agustus 2015

Resensi Buku: Ayah – Andrea Hirata (2015)

WAKTU dikejar
waktu menunggu
waktu berlari
waktu bersembunyi
biarkan aku mencintaimu
dan biarkan waktu menguji
Puisi di atas adalah sepenggal puisi yang ditulis oleh Sabari, tokoh utama novel Ayah karya Andrea Hirata. Novel Ayah ini merupakan novel Andrea yang kedua yang saya baca (kalau tidak disebut yang ketiga, karena novel pertama yang saya baca merupakan dua judul novel yang dicetak dalam satu buku) setelah Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas.
Sedikit terkejut karena saat hendak membayar di kasir toko buku untuk membayar beberapa buku yang saya beli, saya melihat novel Ayah ini dipajang di lemari belakang kasir dan saya langsung meminta kasir mengambilkannya agar saya bayar. Biasanya saya agak anti dengan Andrea Hirata karena menurut saya gaya berceritanya terlalu berlebihan.
Singkat cerita saya pun membaca novel Ayah ini begitu sampai di rumah. Saya pikir awalnya novel  ini adalah jenis novel ringan dengan cerita yang biasa-biasa saja, mengingat Andrea banyak berkelakar di hampir semua isi novelnya. Meski garing, saya kadang ngakak sendiri membaca bagian-bagian yang lucu namun sedikit maksa.
Dari segi entertaint-nya, novel ini sangat menghibur karena menceritakan kebodohan beberapa tokoh yang diceritakan, namun kadang membuat kita tertegun bahwa itu adalah kebodohan yang sering kita lakukan sendiri di kehidupan nyata. Novel ini sarat akan makna, menceritakan tentang seseorang bernama Sabari yang mencintai teman SMA-nya, Marlena. Cara Sabari jatuh cinta pun tidak biasa, saat ujian masuk SMA Marlena menyambar jawaban ujian Bahasa Indonesia Sabari dan mencontek seluruh jawabannya secara paksa: Sabaru jatuh cinta pada tatapan pertama dengan Marlena yang disebutnya sebagai Purnama Keduabelas.
Berbagai usaha dilakukan oleh Sabari agar Marlena mau meliriknya. Boro-boro membalas cinta Sabari, melirik Sabari pun tidak dilakukan oleh Marlena. Namun Sabari (yang memang diberi nama Sabar berakhira -i) adalah orang tersabar di dunia. Sampai lulus SMA, sampai harus bekerja menjadi kuli di pabrik batako milih Markoni, ayah Marlena, pun dilakoni. Semuanya agar Marlena mau melirik Sabari.
Hasilnya? Sabari berhasil menikahi Marlena. Meski dalam hal ini Sabari menjadi tumbal (Andrea menyebutkan di novelnya bukan Sabari yang menjadi tumbal, tapi Sabari yang menumbalkan diri). Tumbal karena Marlena telah terlebih dahulu dihamili oleh orang lain. Dan setelah pernikahan pun mereka tetap hidup terpisah, tidak serumah. Setelah anaknya lahir, barulah mereka hidup satu atap, meski kemudian Marlena tetap melakukan kebiasaan lamanya: keluyuran, berpindah dari satu cinta ke cinta yang lainnya.
Maka hiduplah Sabari dengan anak tiri yang amat dicintainya: Zorro. Hidup Sabari menjadi sangat berbahagia bersanding dengan anak tirinya. Meski kebahagiaan itu harus berakhir saat Marlena dengan suami barunya harus merebut Zorro dari kehidupan Sabari. Babak baru kehidupan Sabari pun dimulai, saat hidupnya terasa kosong, hampa, bahkan puisi pun tak mampu menyembuhkan sakitnya. Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih, tulis Andrea yang seingat saya mirip kata-katanya A.A Attanasio, Being human is the most terrible loneliness in the universe yang juga bisa kita saksikan pada pembuka video klip lagunya Simple Plan; Astronaut.
Dikemas dengan cara menarik dan sedikit dagelan di sana-sini, novel ini mampu menghadirkan hiburan yang baru, segar, dan sarat makna budaya, terutama kebudayaan dan kebiasaan masyarakat Belitong, Bangka, dan sekitarnya. Dicetak dengan kertas yang tidak terlalu menyilaukan mata, sehingga nyaman juga dibaca.

Ada "Menara Eiffel" Ditemukan di Matahari




Seorang fotografer profesional bernama Goran Strand mengambil foto permukaan Matahari menggunakan teleskop solar portabel dari halaman belakang rumahnya di kota Ostersund, Swedia. Hasilnya mengejutkan, foto tersebut menunjukkan ada sesuatu bangunan mirip Menara Eiffel di Matahari.

Mengutip Live Science, Kamis (20/8/2015), meskipun benda yang menjulang tinggi di permukaan Matahari itu jelas bukan Menara Eiffel ataupun trik Photoshop, Strand mengklaim struktur bangunan yang menjulang tersebut tampak sangat mengagumkan.
“Benda menonjol yang besar itu sayang menarik perhatian saya bahkan melalui teleskop kecil berukuran 50mm sekalipun, namun pemandangan itu tetap indah,” ujar Strand kepada Discovery News.
“Saat saya mulai mengatur teleskop solar dengan ukuran yang lebih besar, saya berpikir bagaimana rupa benda yang menjulang tersebut dan itu mengingatkan saya kepada Menara Eiffel,” tambah Strand.
Dengan menggunakan teleskop solar hidrogen Lunt 80mm bertekanan alfa, yang dihubungkan ke tiga buah kamera Point Grey Grasshopper, ia menangkap seribu foto dan menyeleksi 300 foto terbaik untuk menghasilkan potret surya memesona ini.
Dalam gambar akhir, ukuran bumi telah ditambahkan untuk memberikan rasa skala. Perbandingan kasar menunjukkan jika tonjolan di permukaan matahari itu tujuh kali diameter tinggi Bumi dan mencapai tinggi ke atmosfer matahari (korona).

Bebas

Jauh dari yang tak lagi pedulikannku..
Sejanak kutinggalkan penat
Dan aku merasa bebas..
Seperti burung
Yang dengan kedua sayapnya mengepak tak tentu arah
Seperti pejalan yang terus mengikuti langkah kakinya
Inilah yang aku rasa sekarang

Aku tak lagi dapatkan kasih sayang seorang ibu
Aku yang terus saja mengalah dengan apa yang beliau inginkan
Aku yang tak pernah merasakan jadi seperti yang lain
Dan kini
Aku bebas..

Kuakui ada kejolak dalam hati ini
Tapi apapun inilah pilihanku
Dan yang selalu kuyakini
Aku masih menjadi orang yang masih berada dijalanNya..