Jumat, 13 November 2015

Hadiah Mu Ya Rabb



Alhamdulilah tak hentinya kuucapkan syukur padaNya..
Atas segala nikmat dan karuniaNya
Hingga kami bisa seperti ini
Nikmat kesehatan yang tiada batas selalu Kau berikan
Nikmat rizki yang tak hentinya mengalir
Kami mampu tersenyum gembira karenaNya
Disini usai sudah perjuangan aku dan kakakku menempuh Sarjana
Atas dukungan dari keluarga kami yang tak hentinya
Karena kehendak  Engakau Ya Rabb
Terimakasih kami untuk semuanya.. 
Untuk untaian doa yang tak pernah lelah keluargaku panjatkan
Untuk semnagat byang tak pernah pudar kau haturkan
Untuk kelelahan yang tak pernah keluarga keluhkan
Bahagia ini untuk kita semua
Ibu Bapak.. Dan kedua saudaraku.

Syukur



2 September 2015
Alhamduliah ucapan syukur  tak hentinya kucurahkan untukMu
Setelah 4 tahun perjalanan kulalui..
Atas dukungan dari keluarga, teman, dan semuanya..
Hari ini 2 September 2015 saya diwisuda
Gelar  Sarjana Pendidikan Islam kini telah menjadi akhir dari namaku..
Sujud syukur untukMu Ya Rabb..       
Ucapan terimakasih kepada orang tua
Karena tanpa beliau aku tak akan mampseperti ini
Berdiri mengeanakan toga, begitu bangganya..
Dan semua ini karena perjuangan beliau
Materi usaha dan tak kalah penting doa yang selalu di pintakan untukku
Terima kasih bapak..
Terima kasih ibu..
Bahagiaku hari ini semuanya untukmu..

Kamis, 20 Agustus 2015

Resensi Buku: Ayah – Andrea Hirata (2015)

WAKTU dikejar
waktu menunggu
waktu berlari
waktu bersembunyi
biarkan aku mencintaimu
dan biarkan waktu menguji
Puisi di atas adalah sepenggal puisi yang ditulis oleh Sabari, tokoh utama novel Ayah karya Andrea Hirata. Novel Ayah ini merupakan novel Andrea yang kedua yang saya baca (kalau tidak disebut yang ketiga, karena novel pertama yang saya baca merupakan dua judul novel yang dicetak dalam satu buku) setelah Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas.
Sedikit terkejut karena saat hendak membayar di kasir toko buku untuk membayar beberapa buku yang saya beli, saya melihat novel Ayah ini dipajang di lemari belakang kasir dan saya langsung meminta kasir mengambilkannya agar saya bayar. Biasanya saya agak anti dengan Andrea Hirata karena menurut saya gaya berceritanya terlalu berlebihan.
Singkat cerita saya pun membaca novel Ayah ini begitu sampai di rumah. Saya pikir awalnya novel  ini adalah jenis novel ringan dengan cerita yang biasa-biasa saja, mengingat Andrea banyak berkelakar di hampir semua isi novelnya. Meski garing, saya kadang ngakak sendiri membaca bagian-bagian yang lucu namun sedikit maksa.
Dari segi entertaint-nya, novel ini sangat menghibur karena menceritakan kebodohan beberapa tokoh yang diceritakan, namun kadang membuat kita tertegun bahwa itu adalah kebodohan yang sering kita lakukan sendiri di kehidupan nyata. Novel ini sarat akan makna, menceritakan tentang seseorang bernama Sabari yang mencintai teman SMA-nya, Marlena. Cara Sabari jatuh cinta pun tidak biasa, saat ujian masuk SMA Marlena menyambar jawaban ujian Bahasa Indonesia Sabari dan mencontek seluruh jawabannya secara paksa: Sabaru jatuh cinta pada tatapan pertama dengan Marlena yang disebutnya sebagai Purnama Keduabelas.
Berbagai usaha dilakukan oleh Sabari agar Marlena mau meliriknya. Boro-boro membalas cinta Sabari, melirik Sabari pun tidak dilakukan oleh Marlena. Namun Sabari (yang memang diberi nama Sabar berakhira -i) adalah orang tersabar di dunia. Sampai lulus SMA, sampai harus bekerja menjadi kuli di pabrik batako milih Markoni, ayah Marlena, pun dilakoni. Semuanya agar Marlena mau melirik Sabari.
Hasilnya? Sabari berhasil menikahi Marlena. Meski dalam hal ini Sabari menjadi tumbal (Andrea menyebutkan di novelnya bukan Sabari yang menjadi tumbal, tapi Sabari yang menumbalkan diri). Tumbal karena Marlena telah terlebih dahulu dihamili oleh orang lain. Dan setelah pernikahan pun mereka tetap hidup terpisah, tidak serumah. Setelah anaknya lahir, barulah mereka hidup satu atap, meski kemudian Marlena tetap melakukan kebiasaan lamanya: keluyuran, berpindah dari satu cinta ke cinta yang lainnya.
Maka hiduplah Sabari dengan anak tiri yang amat dicintainya: Zorro. Hidup Sabari menjadi sangat berbahagia bersanding dengan anak tirinya. Meski kebahagiaan itu harus berakhir saat Marlena dengan suami barunya harus merebut Zorro dari kehidupan Sabari. Babak baru kehidupan Sabari pun dimulai, saat hidupnya terasa kosong, hampa, bahkan puisi pun tak mampu menyembuhkan sakitnya. Kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih, tulis Andrea yang seingat saya mirip kata-katanya A.A Attanasio, Being human is the most terrible loneliness in the universe yang juga bisa kita saksikan pada pembuka video klip lagunya Simple Plan; Astronaut.
Dikemas dengan cara menarik dan sedikit dagelan di sana-sini, novel ini mampu menghadirkan hiburan yang baru, segar, dan sarat makna budaya, terutama kebudayaan dan kebiasaan masyarakat Belitong, Bangka, dan sekitarnya. Dicetak dengan kertas yang tidak terlalu menyilaukan mata, sehingga nyaman juga dibaca.

Ada "Menara Eiffel" Ditemukan di Matahari




Seorang fotografer profesional bernama Goran Strand mengambil foto permukaan Matahari menggunakan teleskop solar portabel dari halaman belakang rumahnya di kota Ostersund, Swedia. Hasilnya mengejutkan, foto tersebut menunjukkan ada sesuatu bangunan mirip Menara Eiffel di Matahari.

Mengutip Live Science, Kamis (20/8/2015), meskipun benda yang menjulang tinggi di permukaan Matahari itu jelas bukan Menara Eiffel ataupun trik Photoshop, Strand mengklaim struktur bangunan yang menjulang tersebut tampak sangat mengagumkan.
“Benda menonjol yang besar itu sayang menarik perhatian saya bahkan melalui teleskop kecil berukuran 50mm sekalipun, namun pemandangan itu tetap indah,” ujar Strand kepada Discovery News.
“Saat saya mulai mengatur teleskop solar dengan ukuran yang lebih besar, saya berpikir bagaimana rupa benda yang menjulang tersebut dan itu mengingatkan saya kepada Menara Eiffel,” tambah Strand.
Dengan menggunakan teleskop solar hidrogen Lunt 80mm bertekanan alfa, yang dihubungkan ke tiga buah kamera Point Grey Grasshopper, ia menangkap seribu foto dan menyeleksi 300 foto terbaik untuk menghasilkan potret surya memesona ini.
Dalam gambar akhir, ukuran bumi telah ditambahkan untuk memberikan rasa skala. Perbandingan kasar menunjukkan jika tonjolan di permukaan matahari itu tujuh kali diameter tinggi Bumi dan mencapai tinggi ke atmosfer matahari (korona).

Bebas

Jauh dari yang tak lagi pedulikannku..
Sejanak kutinggalkan penat
Dan aku merasa bebas..
Seperti burung
Yang dengan kedua sayapnya mengepak tak tentu arah
Seperti pejalan yang terus mengikuti langkah kakinya
Inilah yang aku rasa sekarang

Aku tak lagi dapatkan kasih sayang seorang ibu
Aku yang terus saja mengalah dengan apa yang beliau inginkan
Aku yang tak pernah merasakan jadi seperti yang lain
Dan kini
Aku bebas..

Kuakui ada kejolak dalam hati ini
Tapi apapun inilah pilihanku
Dan yang selalu kuyakini
Aku masih menjadi orang yang masih berada dijalanNya..

Selasa, 11 Agustus 2015

Entahlah

Dalam firmanNya Tuhan telah menjanjikan pasangan setiap mkhlukNya
Dan tugas kita sebagai manusia bukan untuk mnenunggu yang telah Tuhan takdirkan. 
Tapi menjemputnya...
Entahlah dengan "siapa" itu kan jadi rahasia Tuhan..
Aku hanya meminta untuk segera dipertemukan..
Dan sesuai janjiNya., 
Yang baik kan disandingkan dengan yang  baik pula,,
Samapai sekarang ini
Aku banyak berdoa untuk kebaikan pasanganku kelak

Tapi yang dirasa
Kenapa aku semakin jauh dengan jalanMu..
Akankah Kau kan pertemukanku dengan yang buruk..
Aku sedikit bertanya tanya..
Dimana kan kucari yang nantinya kan jadi pendampingku..
Yang bukan hanya sesaat namun selamanya..

Sekarang aku sudah punya cinta..
Cinta yang pernah kandas namun selalu kembali..
Aku berusaha menjaga untuk menuju kehalalanya..
Tapi akankah "dia" mampu menjadi imamku..
Entahlah..
 

Sabtu, 25 Juli 2015

Janji Hawa

Bumi dan segenap alam semesta
Ternganga menyimak kisah hidupku
Aku jatuh bangun
Gelap terang hidup
Kisahku tercatat semua

Salahkah aku menjaga janji hawa

Setia kepada keputusan hati
Hanya dengan doa
Semua yang tak mungkin
Bisa saja menjadi mungkin

Ku bisa menangis

Ku bisa tertawa
Ku bisa bahagia
Bahkan menderita
Semua yang terjadi di hidupku ini
Ku pasrahkan pada yang mengatur hidup
Demi janji hawa