Kamis, 21 Maret 2019

Tulisan Hati Lara

Untukmu kaum adam..
Pernahkah kau ingat akan janjimu
Saat pernikahan
Itu bukan saja didepan saksi dan wali
Tapi juga janjimu kepada illahi
Janjimu untuk sanggup hidupi anak dan istri..
Dan kini setelah baru sedikit melangkah kau menyerah
Kau putuskan untuk pergi berpindah
Tak kasihankah kau melihat wajah wajah lemah
Kau pikir hidupmu akan lebih bebas
Tanpa beban dan tanggung jawab
Salaaah..
Kau hina.. Kau egois.. Kau tak punya hati
Disini kami hanya berdua
Dengan bocah yang tak berdosa
Kepergianmu mungkin buatmu gembira
Tapi sakit kecewa itu yg kami rasa
Bisakah kau tapaki hari lalumu
Saat kau terjatuh kami masih setia temanimu
Hingga kau kini putuskan saat kami perlu bantuanmu
Sudahlah.. Kami ikhlaskan..
Kami percaya akan ada hari dimana senyum kembali temani
Untuk aku dan anakku





Selasa, 19 Maret 2019

Nasehat Untuk Diri

Dalam setiap hembusan nafas, pernahkah kau ingat dariNya..
Dalam setiap langkah,pernahkah kau sadar nikmatNya..

Berhentilah..usaplah air mata
Tak ada harapan semu dlm setiap doamu
Percaya.. Sang Maha Pemberi
Menyaksikan setiap permohonan hambanya

Jika kau terus dicaci direndahkan
Jangan bersedih
Sang Maha Tau lebih mengerti mana yang benar

Setiap keikhlasan dan kesabaran
Tak pernah Sang Pemberi Janji ingkari..
Ada balasan bertubi tubi pastinya

Bahwa kau tak sendiri
Ada ribuan bahkan milyaran yang Dia uji lebih darimu

Sayangi dirimu sebagaimana Sang Maha Penjaga selalu ada untukmu
Bukan untuk selamanya ditempat ini
Tak ada guna tangisan, tersenyumlah...

Jumat, 21 April 2017

Semu



Seperti ribuan bunga yang tumbuh di tanah tandus. Merindukan datangnya hujan untuk sejukan tangkai dan mekarnya bunga. Seperti hati yang merindukan kasih, sayang, dan perhatian.  Yang hingga kini masih terus kesepian..
Aku bagai seorang wanita yang masih sendiri. KeAcuhan dari dirinya membuat hati ini tak pernah lagi merasakan indahnya dicintai. Aku hanya manusia yang sudah tak lagi dia hiraukan. Lama lama aku seperti mati rasa.
Jauh.. yaa aku akan menjauh. Mencintai dan mengharapmu bagiku hanyalah hal semu yang tak akan membuat kedepan lebih baik. Aku akan terus tersakiti dan kau kecewakan. Sendiri untuk menanti yang pasti itu yang akan kulakukan sekarang ini.

Hawa



Hawa adalah makhluk yang diciptakan dari tulang rusuk manusia yang pertama kali diciptakan Allah yaitu Adam.  Diciptakannya Hawa karna untuk menjadikan kawan sekaligus pendamping Adam di Surga. Itulah kodrat yang Allah berikan kepada manusia sejak diciptakannya Adam. Bahwa manusia butuh pendamping. Itupun telah menjadi takdir Allah untuk setiap pendamping yang akan menjadi jodohnya kelak. Yang terbaik buat kita belum tentu baik dihadapan Allah. Begitupun sebaliknya. Namun pilihan Allah tentu yang terbaik.
Setiap manusia tak ada yang tau kapan takdirnya akan terwujud. Seperti  halnya, masalah jodoh ini. Yang terpenting doa dan ikhtiar agar segera dipertemukan. Banyak manusia khususnya kaum hawa yang mulai merisaukan masalah ini apalagi ketika usianya mulai menginjak kepala dua. Bincangan orang yang mulai membuat hidupnya serasa ingin bergi jauh agar tak dengarkan lagi pertanyaan yang tak mampu memberi  jawaban.
Menanti datangnya seorang  laki-laki yang akan meminang itulah kesabaran yang sekarang ini harus dijalani. Yang terpenting menikah bukanlah sebuah ajang untuk menajadi yang tercepat. Karena Allah lebih tau kesiapan masing masing hambanya.
Semoga Allah senantiasa mempertemukan kita kaum hawa dengan  jodoh seorang laki laki yang sholeh,baik, serta  menjadi sahabat untuk hidup di dunia hingga akhirat.  Aamiin.

Kamis, 02 Maret 2017

Guru Honorer



Guru Honorer
Sebuah profesi yang bisa dikatakan paling mulia. Tak hanya dapat dunia tapi insyaallah akhirat juga. Mengajar anak didik yang tak harap upah tapi lillah. Dengan honor yang tak mampu dilogika tapi insya.allah berkah.
Mengajar  membimbing anak orang  yang penting ikhlas. Niat menyampaikan ilmu yang dimiliki agar manfaat.  Karena menjadikan anak pintar itu nomer kesekian, yang penting mengarahkannya untuk menjadi benar .

Selasa, 28 Februari 2017

Isyarat Mimpi



12 Desember 2016
Ada apa dengan jalan takdirku
Apa mimpi itu isyarat jawaban dari masalahku
Aku masih belum bisa ikhlas ya Allah..

Pilihannnya ada ditangannmu
Dan aku tinggal mengikuti keputusannmu
Ketika kau memilih untuk melanjutkan karirmu
Aku berhenti menemanimu
Mungkin aku bisa menunggu
Tapi untuk takdir  tak  bisa dikira

Saat kau jauh nanti aku tak yakin kita kan baik baik saja’
Tapi saat kepulanganmu nanti
Kita dipertemukan kembali
Berti inilah jalan takdir kisah cinta kita


Mimipi itu..
Saat kau datang bersama dengan ibu dan kedua saudaramu
Berkunjung kerumahku
Sangkaku aka nada kebahagiaan
Tapi mimpi itu berlawan
Disitu justru ada kesedihan
Ibumu yang katakan “maaf” karna kita tak bisa bersama
Untuk karir yang akan kita lanjutakan jalannya berbeda
Aku dipersilahkan untuk mencari yang lain  dan tak usah menunggu
Apa ini juga jawabanMu ya Allah..

Kamis, 01 September 2016

Suatu Hari..

Akan tiba suatu hari yang dinantikan
Ketika petikan dawai tak lagi menawan
Dan kita bertatapan dalam kebisuan
Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? 
Akan tiba suatu hari yang dinantikan
Ketika waktu kembali melamban
Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan
Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? 
Akan tiba suatu hari yang dinantikan
Ketika kekosongan tersisa menjadi teman
Dan kita saling berandai di kejauhan
Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?


Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika petikan dawai tak lagi menawan; Dan kita bertatapan dalam kebisuan; Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika waktu kembali melamban; Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan; Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika kekosongan tersisa menjadi teman; Dan kita saling berandai di kejauhan; Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?

link : http://www.puisipendek.net/suatu-hari.html
Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika petikan dawai tak lagi menawan; Dan kita bertatapan dalam kebisuan; Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika waktu kembali melamban; Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan; Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika kekosongan tersisa menjadi teman; Dan kita saling berandai di kejauhan; Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?

link : http://www.puisipendek.net/suatu-hari.html
Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika petikan dawai tak lagi menawan; Dan kita bertatapan dalam kebisuan; Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika waktu kembali melamban; Dan kita berjalan di jalan yang berlawanan; Namun mampukah kita berbuang tatap saling mengacuhkan kepergian? Akan tiba suatu hari yang dinantikan; Ketika kekosongan tersisa menjadi teman; Dan kita saling berandai di kejauhan; Namun mampukah kita tak saling merindu dalam keasingan?

link : http://www.puisipendek.net/suatu-hari.html